ellen-sulistyo-akan-dilaporkan-penggelapan-dalam-jabatan
Surabaya Kota, Surabaya – Kesaksian Dian Permatasari menguatkan adanya dugaan Wanprestasi yang dilakukan Ellen Sulistyo (Tergugat I). Salah satu poin yang menguatkan adalah tidak adanya laporan omset bulan Februari, Maret, April dan Mei 2023.ellen-sulistyo-akan-dilaporkan-penggelapan-dalam-jabatan

Ellen Sulistyo dalam pengelolaan restoran Sangria by Pianoza diduga memanipulasi pengeluaran berupa gaji sebesar Rp. 30 juta di bulan Oktober, Nopember dan Desember 2022 dengan Total Rp. 90 juta, padahal dalam perjanjian pengelolaan nomor 12 tanggal 27 Juli 2022 tidak ada tercantum gaji untuk pengelola, namun berupa profit sharing sebesar 50% dari keuntungan bersih restoran.

Tidak adanya laporan keuangan bulan Februari hingga Mei 2023, dan adanya pengeluaran gaji untuk direksi selama 3 bulan diungkapkan Dian sebagai saksi fakta yang diajukan Tergugat II dalam lanjutan sidang wanprestasi yang diajukan CV. Kraton Resto manajemen restoran Sangria by Pianoza terhadap pengelola restoran bernama Ellen Sulistyo. Senin (5/2/2024) siang, di Ruang Sidang Garuda 1, Pengadilan Negeri Surabaya.

Pengacara Yafeti Waruwu, kuasa hukum dari Tergugat II, menerangkan bahwa saksi fakta bernama Dian bertugas merekap omset pendapatan dan biaya operasional restoran Sangria by Pianoza yang diberikan kasir restoran yang bernama Nifa kepada saksi fakta.

“Hasil rekap dalam hal omset Sangria mulai kapan ?,” tanya Yafeti. “Mulai bulan 1 Oktober 2022 hingga Mei 2023,” jawab saksi Dian.

“Rekap yang dilakukan inisiatif dari Ellen atau siapa ?,” tanya Yafeti, dijawab Dian, “Saya disuruh pak Danang untuk rekap omset.” Yafet bertanya, “Apakah omset dicatat ?,” “Data dari wa grup, email, setiap hari Kamis sampai Jumat saya ambil print out ke kasir,” jawab Dian.

Dian menerangkan bahwa yang di rekap antara lain pembayaran tunai, debit, compliment, entertainment voucher 100K, voucher 200K, discount sales dan gaji direksi. “Disini ada tertera gaji direksi ?,” tanya Yafeti. “Ada di bulan¬† Oktober, November, Desember 2022,” jawab Dian.

Yafeti bertanya, “Semua keterangan rekap apakah ada didalam perjanjian nomor 12 ?.” Dian menjawab ,”Saya baca tidak ada gaji direksi.” Yafeti kembali bertanya, “Voucher 100 ribu, voucher 200 ribu, komplimen, diskon sales, apa ada di perjanjian?.” dijawab Dian, “Tidak ada.”

Saat Yafeti bertanya terkait gaji direksi yang tercatat sebanyak Rp. 90 juta terhitung 3 bulan, yang setiap bulannya adalah Rp. 30 juta itu untuk siapa, Saksi Dian menerangkan bahwa dirinya diberitahu oleh Danang bahwa uang gaji itu untuk Ellen Sulistyo.

“Apakah ada keberatan oleh pak Effendi terhadap gaji tersebut?,” tanya Yafeti. “Keberatan, setelah pak Effendi keberatan pada bulan Januari tidak ada lagi pengeluaran gaji direksi,” jawab Dian.

Loading