Foto Wakil Ketua Komwasjak Zainal Arifin Mochtar

Surabaya, Surabaya Kota – Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak), Kamis (13/04/23) siang menghimpun aspirasi dan masukan dari masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mengawasi administrasi dan kebijakan perpajakan di Indonesia.

Wakil Ketua Komwasjak Zainal Arifin Mochtar menyatakan, upaya itu dilakukan untuk mengetahui permasalahan dan keluhan yang terjadi di daerah-daerah.

IMG 20230413 WA0079
Foto Wakil Ketua Komwasjak Zainal Arifin Mochtar

“Jadi, kami belanja persoalan, kenapa? Karena problem yang kami pegang itu sementara masih kami kategorisasi, ada barangkali yang sifatnya itu kasuistik, butuh cepat penanganan dan saat ini sudah mulai berjalan,” ujar Zainal seusai acara Komwasjak Mendengar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Zainal mengatakan, persoalan yang akan dihimpun yakni mulai dari kasus yang sifatnya kecil hingga kasus yang bersifat besar.

“Ada kasus yang bersifat besar dan tentu masih sedang kita pelajari. Ibu menteri sendiri sudah bicara, soal dibantuin di kasus 349 itu, kita juga sedang baca, analisis, tapi kan tidak bisa dengan sederhana langsung keluar,” katanya.

Selain itu, upaya penghimpunan problem perpajakan itu juga sebagai upaya untuk melakukan evaluasi terhadap kementerian, dirjen pajak, hingga bea cukai.

“Kemarin kita sudah menemukan beberapa diantaranya sedang dibicarakan, tapi tentu makan waktu karena evaluasinya bukan berbasis opini saja, namun harus berbasis data informasi,” tandasnya.

Sementara untuk penyelesaian masalah, ia mengatakan saat ini Komwasjak akan memetakan terlebih dahulu problem perpajakan di Indonesia.

“Satu tahun ini kita konsen mau menyelesaikan kategorisasi, yang sekurang-kurangnya ada tiga kategorisasi, pertama ada kasus kasuistik, kedua kasuistik tapi mungkin lebih sistemik dan ketiga evaluasi sistem secara keseluruhan, di perpajakan hingga bea cukai, itu kan sistemnya bukan hanya sekedar administrasinya, bahkan aturan-aturannya,” ungkap Zainal.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa perhimpunan aspirasi itu dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

“Ini baru pertemuan kedua, rencananya kalau kita petakan Indonesia, kantong-kantong besar problem itu kan ada di Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, daerah timur masih mau lihat, karena spesifik, Kalimantan juga ada,” jelasnya lagi. (Dang)