prevalensi-sedikit-naik-deputi-pengendalian-penduduk-bkkbn-diy-kunjungi-kulon-progo
Surabaya Kota, Yogyakarta – Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kulon Progo Rabu (1/2/2023) dan Kabupaten Gunungkidul Kamis (2/2/2023) Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN DIY, Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengingatkan, hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan sedikit kenaikan prevalensi stunting di sejumlah kabupaten/kota seyogyanya menjadi pemacu semangat melaksanakan upaya percepatan penurunan angka stunting yang sudah gencar dilaksanakan selama ini.prevalensi-sedikit-naik-bkkbn-diy-kunjungi-kulon-progo

“Jangan malah menyebabkan patah semangat dan menjadi kurang giat berupaya mengentaskan stunting di daerah masing-masing,” Bonivasius menegaskan hal tersebut dalam pertemuan dengan tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul secara terpisah.

Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis 25 Januari lalu oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan secara nasional prevalensi stunting mengalami penurunan sebesar 2,8%, dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6 persen pada akhir 2022. Walaupun secara nasional SSGI menunjukkan penurunan prevalensi stunting, namun terdapat 5 provinsi yang justru mengalami kenaikan yaitu Sulawesi Barat, Papua, NTB, Papua Barat, dan Kalimantan Timur. Pada provinsi yang mengalami penurunan prevalensi pun, masih terdapat sejumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.

Mewakili Wakil Bupati selaku Ketua TPPS, Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Triyono kepada Deputi Pengendalian Penduduk dan Direktur Analisa dampak Kependudukan Faharuddin menyampaikan bahwa sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah di DIY menurut SSGI 2021 (14,9%), pihaknya selama 2022 sangat giat melakukan berbagai intervensi spesifik maupun intervensi sensitif makin menurunkan angka stunting.

“Maka kami sangat terkejut ketika SSGI 2022 diumumkan, karena kami tinggal menurunkan satu persen saja sudah bisa mencapai target nasional 2024. Tapi Kulon Progo justru dinyatakan naik angka stuntingnya dan menduduki peringkat tertinggi kedua di bawah Gunungkidul, walaupun kenaikannya tidak mencapai satu persen,” demikian disampaikan Triyono.

prevalensi-sedikit-naik-bkkbn-diy-kunjungi-kulon-progo