bkkbn-diy-jadi-jujukan-lembaga-dan-instansi
Surabaya Kota, Yogyakarta – Perwakilan BKKBN DIY jadi “jujukan” kunjungan belajar sejumlah Lembaga dan instansi dari berbagai provinsi.

bkkbn-diy-jadi-jujukan-lembaga-dan-instansiBahkan dalam satu hari pada Rabu (07/12/2022), Perwakilan BKKBN Provinsi Yogyakarta menerima tiga kunjungan belajar sekaligus.

Pada pagi hari, menerima kunjungan belajar dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluaga Berencana (Dinas Dalduk dan KB) Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Pada siang hari, menerima kunjungan belajar dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah. Dan menjelang sore, menerima kunjungan belajar dari Perkumpulan Juang Kencana Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Juang Kencana (Juken) merupakan perkumpulan purna tugas pegawai BKKBN yang tetap aktif berkegiatan turut berkontribusi mempercepat capaian program Bangga Kencana.

Dalam kunjungan belajar dari Dinas Pengendalian Kependudukan dan KB Kota Bandung, terdiri dari 15 orang.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Endah Komalasari mengatakan ingin belajar dari Yogyakarta tentang pengelolaan Kampung Berkualitas (Kampung KB) dengan baik sehingga dapat meningkatkan status Kampung KB yang ada di Kota Bandung.

bkkbn-diy-jadi-jujukan-lembaga-dan-instansi“Kami juga ingin mengetahui pelaksanaan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan upaya menggalakkan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), serta pemberdayaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendampingi kelompok sasaran,” kata Endah.

Korbid Dalduk Perwakilan BKKBN Yogyakarta Ita Suryani menyampaikan Dashat dilaksanakan dengan mengintegrasikan dan mengintensifkan program yang sudah ada. Sebagai contoh di Kota Yogyakarta sudah ada program Dapur Balita Sehat di 150 Posyandu.

Sedangkan Danarto dari Bidang ADPIN mengatakan Tim Pendamping Keluarga melaksanakan fungsi pendampingan bermula dari notifikasi dari aplikasi Elsimil yang memberi tahu bahwa ada calon pengantin dan kelompok sasasaran lain di wilayahnya yang membutuhkan pendampingan pencegahan stunting.

“Kami telah bekerjama secara baik dengan pihak Kementerian agama melalui seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) dan perangkat kalurahan, agar setiap calon pengantin mengunduh ELSIMIL tiga bulan sebelum menikah,”jelas Danarto.

Capaian Program
Selanjutnya pada siang harinya Kepala Perwakilan BKKBN Yogyakarta Shodiqin dan jajaran menerima kunjungan belajar dari Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah sejumlah 20 orang yang dipimpin langsung oleh Kepalanya Tenny Calvenny Soriton.

“Kami ingin belajar dari teman-teman di DIY yang capain-capaian programnya sangat baik,” kata Tenny.

bkkbn-diy-jadi-jujukan-lembaga-dan-instansiWalaupun kondisi geografis dan karakter penduduknya berbeda, namun tentu banyak yang bisa kami pelajari dari keberhasilan Perwakilan DIY dalam program Bangga Kencana, tambah Tenny.

Secara khusus BKKBN Sulawesi Tengah juga ingin belajar mengenai pengelolaan pendidikan dan pelatihan (diklat) di DIY, karena diklat DIY adalah yang pertama dan satu-satunya yang memperoleh Akreditasi A atau tertinggi dari seluruh diklat provinsi.

Menjawab hal itu, Shodiqin menyampaikan bahwa dirinya dan jajaran merasa senang banyak dikunjungi studi tiru, walau DIY tidak banyak bisa melakukan studi tiru ke wilayah lain.

“Kami bisa juga saling belajar dari para tamu yang bekunjung ke DIY. Maka apa yang dianggap bagus disini silahkan diambil untuk diterapkan, dan tinggalkan apa yang sekiranya kurang cocok diterapkan di Sulawesi Tengah. Memang karekteristik sasaran tentu berbeda sehingga butuh perlakuan yang berbeda. Apa yang bagus disini belum tentu cocok di Sulteng,” kata Shodiqin.

Dalam kesempatan ini dihadirkan nara sumber Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY yang diwakili Kabid Peningkatan Kualitas Keluarga Hera Aprilia yang memaparkan Strategi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.

Menjelang sore hari, tim Perwakilan BKKBN DIY yang dipimpin Subkor Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia Yuni Hastutiningsih menerima kunjungan belajar dari Juang Kencana (Juken) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sebanyak 15 orang langsung di Kelompok Bina Keluarga Lansia “Mugi Waras” Blendong, Sumbersari Moyudan, Kabupaten Sleman. Turut menyambut Panewu (Camat) Moyudan Harso Wasono.

Ketua Juken Kudus Jhony Dwi Harjhono menyampaikan bahwa Juken se Jawa Tengah telah didorong oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah untuk turut berpartisipasi dalam mengelola dan mengembangkan Sekolah Lansia. Untuk itu sengaja mengajukan ijin untuk melakukan studi tiru di Kelompok BKL ini yang pengelolaannya telah berjalan baik sekali dan berperestasi nasional.

“Juang Kencana Kudus ingin mendirikan kelompok BKL yang akan menyelenggarakan sekolah lansia di kudus. Nanti dimulai dari anggota juang Kencana dulu sebagai mahasiswa sekolah lansia,” kata Jhony.

Sebelumnya pada Selasa (06/12/2022), BKKBN Yogyakarta menerima kunjungan belajar dari BKKBN Perwakilan Sulawesi Barat.

Bahkan pada November bulan lalu, BKKBN Yogyakarta menjadi tempat belajar bagi 30 orang tenaga kesehatan dan penggiat sosial dari Afghanistan.

Wilayah Yogyakarta memang tidak terlalu luas dengan penduduk 3,6 juta jiwa. Dengan hanya empat Kabupaten dan satu Kota maka koordinasi yang dilakukan oleh Perwakilan BKKBN DIY dengan mitra kerja menjadi lancar. Tidak heran sejumlah indikator capaian program menunjukkan prestasi yang bagus.

Dalam hal penurunan angka stunting yang saat ini sedang gencar di seluruh provinsi, DIY berada pada angka 17,3% di tahun 2021 (dari target nasional 2024 sebesar 24%), atau provinsi dengan angka stunting terendah ketiga.

Sedangkan untuk total fertility rate (TFR) DIY bahkan menjadi yang terendah dengan angka TFR 1,9 sementara TFR Nasional pada angka 2,24 sedangkan target ideal TFR sebesar 2,1. @Red