bkkbn-sulbar-giat-kunjungan-kerja-studi-tiru-ke-perwakilan-bkkbn-diy
Surabaya Kota, Yogyakarta – Rendahnya angka kelahiran total (Total Fertility Rate/ TFR) di Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikan salah satu alasan Perwakilan BKKBN Sulbar mengadakan studi tiru ke D.I. Yogyakarta. Kegiatan studi tiru dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 5-6 Desember 2022, selain berkunjung ke Perwakilan BKKBN DIY juga diagendakan berkunjung ke Klinik Pratama Puri Adisty.bkkbn-sulbar-giat-kunjungan-kerja-studi-tiru-ke-perwakilan-bkkbn-diy

Agenda awal di Kantor Perwakilan BKKBN DIY dan diterima baik oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Badan Perwakilan BKKBN DIY yaitu Bapak Zainal Arifin , S.Sos., M.Si. beserta jajaran dari komponen KB KR. Disampaikan terima kasih atas kunjungannya dan berharap apa yang menjadi nilai baik di D.I. Yogyakarta dan sekiranya bisa diadopsi di Provinsi Sulawesi Barat, akan menjadi poin baik pula untuk D.I. Yogyakarta.

Plt. Sekretaris Badan juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa di D.I. Yogyakarta untuk angka TFR dan ASFR secara nasional terendah dibanding provinsi-provinsi lain, akan tetapi masih ada beberapa indicator program yang masih perlu didongkrak capaiannya yaitu angka prevalensi kontrasepsi modern (mCPR) dan persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) yang masih sangat tinggi. Beralih ke data stunting, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, D.I. Yogyakarta terendah ke – 3 setelah Provinsi Bali dan DKI, yakni diangka 17,3 %.bkkbn-sulbar-giat-kunjungan-kerja-studi-tiru-ke-perwakilan-bkkbn-diy