Surabaya Kota, Jakarta – Aliansi Selamatkan Hutan Jawa yang terdiri dari Serikat Karyawan Perhutani Bersatu, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, dan beberapa organisasi lingkungan melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, mulai menguliti satu persatu cacat bawaan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 287/ MENLHK/ SETJEN/ PLA2/ 4/ 2022 tanggal 5 April 2022 ( SK 287 ).

gugatan-aliansi-selamatkan-hutan-jawa-tentang-sk-287Menurut Senior Associate Integrity Law Firm, Muhammad Raziv Barokah selaku kuasa hukum pada perkara gugatan SK 287, menerangkan dalam persidangan, terungkap bahwa Kementerian LHK ditengarai menerbitkan Surat Keputusan backdated demi menutupi cacat hukum yang terkandung dalam penerbitan SK 287.

 

Dalam gugatannya, aliansi mendalilkan bahwa SK 287 bertentangan dengan PP 23/2021 sebagai turunan UU Cipta Kerja karena wilayah KHDPK ditetapkan di dalam wilayah Perhutani, sementara, Pasal 112 PP 23/2021 melarang hal tersebut.

Namun secara mengejutkan, tiba-tiba pada sekitar 15 September 2022, KLHK menerbitkan SK.264/ MENLHK/ SETJEN/ PLA.0/ 3/ 2022 (SK 264), di mana tanggal ditandatanganinya SK tersebut tertulis pada 25 Maret 2022, 10 hari sebelum terbitnya SK 287. SK 264 pada pokoknya memangkas wilayah kerja Perhutani sebelum penetapan KHDPK sehingga dapat melemahkan dalil gugatan Aliansi Selamatkan Hutan Jawa.