Sindikat Post, Probolinggo – BKKBN Jatim menggelar kegiatan Sosialisasi Promosi KIE 1000 HPK Melalui Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka Penurunan Stunting kepada Masyarakat di Kota Probolinggo dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2022 bertempat di ruang pertemuan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo.

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-internalisasi-pengasuhan-balita-di-kota-probolinggoHadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, M.M., yang diwakili oleh Staff BKKBN Jawa Timur Dwi Trinawiza A, S.Pd, M.PSDM, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo Dra. Triana Nawangsari, MM.

Mengawali sambutan, Dra. Triana Nawangsari, MM selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo menjelaskan, Berdasarkan data SSGI tahun 2021, prevalensi stunting di Kota Probolinggo berada pada angka 19 % dengan target yang harus dicapai nantinya pada angka 14%.

Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas semua pihak terkait dalam upaya program percepatan penurunan stunting di kota Probolinggo ini. Sinergi dan kolaborasi yang baik diantara Penyuluh KB, bidan maupun Tim Pendamping Keluarga ataupun Kader jelas sangat mendukung upaya pencapaian program penurunan stunting secara komperehensif.

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-internalisasi-pengasuhan-balita-di-kota-probolinggo“Oleh karena itu dengan dukungan anggaran dari pemerintah yang dibarengi dengan sinergitas dan kolaborasi semua pihak terkait, diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting di kota Probolinggo yang juga berarti pencapaian untuk program percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Dwi Trinawiza A, S.Pd, M.PSDM mengungkapkan, dalam upaya program percepatan penurunan stunting ada empat hal yang harus benar-benar diperhatikan dan dipahami dengan baik, terutama oleh tim pendamping keluarga yang berhubungan langsung dengan para catin, keluarga ibu hamil, keluarga baduta maupun keluarga balita.

Pertama praktek pengasuhan yang baik. Pengasuhan yang baik dapat menjadikan anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik dikarenakan di asuh sesuai dengan sebagaimana seharusnya.

Kedua, tersedianya layanan kesehatan yang memadai. Layanan Kesehatan yang memadai akan sangat membantu para catin dan ibu hamil untuk memeriksakan kesehatannya serta anak-anak juga akan mendapatkan imunisasi ataupun vaksin dengan lancar. Begitu juga ketika ibu hamil, keluarga baduta maupun balita mengalami sakit dapat segera di obati sehingga tidak mengganggu proses perkembangan janin, tumbuh kembang anak. Ketiga, tersedianya makanan bergizi untuk dikonsumsi.

Dengan asupan makanan yang bergizi pada ibu hamil, baduta dan balita tentu akan sangat membantu dan mendukung proses tumbuh kembang mereka. Keempat, tersedianya air bersih dan sanitasi yang memadai.

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-internalisasi-pengasuhan-balita-di-kota-probolinggoKetersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai akan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan terpelihara sehingga memungkinkan untuk anak tumbuh kembang di lingkungan yang kondusif.

Dengan penerapan keempat hal tersebut, maka diharapkan akan dapat mendukung semua upaya maksimal yang kita lakukan bersama dalam percepatan penurunan stunting sehingga prevalensi stunting dapat turun menjadi 14% sesuai target yang telah ditetapkan. @red (nur)